Ini dia! Jenis pakan yang cocok untuk penggemukan sapi.

Pakan adalah bahan makanan yang dapat disukai, dicerna, tidak menimbulkan penyakit, serta ada manfaatnya untuk ternak. Ada berbagai jenis pakan ternak yang bisa diberikan sebagai media untuk penggemukan sapi.

Secara garis besar, pakan sapi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu pakan hijauan, pakan konsentrat, dan pakan tambahan. Pakan merupakan hal terpenting untuk menjaga kualitas dan juga kuantitas produksi.

Memberi Pakan yang baik dengan nutrisi yang seimbang serta bisa dicerna dengan baik akan membuat sapi cepat gemuk dan memiliki daging dengan kualitas yang baik.

Namun, terkadang pakan juga menjadi salah satu masalah penting karena tidak semua sapi cocok dengan beberapa jenis pakan yang diberikan. Dan karena itulah, peternak sudah semestinya harus memahami cara bagaimana memberikan pakan yang baik untuk sapi terutama dalam masa penggemukan sapi.

Beberapa rekomendasi pakan untuk ternak sapi yang menghasilkan penggemukan sapi dengan kualitas bagus.

Berikut ini adalah cara untuk menentukan pakan yang baik:

1. Pakan yang diperlukan oleh tubuh sapi yaitu yang bisa memenuhi kebutuhan zat-zat nutrisi sapi, di antaranya adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

2. Pakan yang disukai ternak

3. Pakan bersih dan pakan yang tidak tercemar kotoran atau bibit penyakit yang bisa menggangu kesehatan ataupun kebutuhan nutrisi sapi tersebut. Hindarilah untuk mengambil atau memanen rumput pagi hari sebelum matahari terbit karena biasanya terdapat telur cacing, lebih baik rumput yang nantinya akan diberikan dijemur dahulu di bawah sinar matahari sekitar beberapa jam.

4. Pakan yang diberikan harus dalam keadaan baik dan tidak rusak (busuk, bercendawan).

5. Hindari pemberian pakan yang basah karena dapat menyebabkan terjadinya kembung perut pada sapi.

B. Jenis pakan sapi

Pada gasir besarnya, pakan ternak sapi potong ini terbagi atas pakan utama yaitu; pakanan hijauan, konsentrat (pakanan penguat) serta pakanan tambahan (Feed suplement).

1. Hijauan:

Pakan hijauan merupakan pakan yang asalnya dari tanaman, mulai dari ujung akar tanaman sampai pucuk daun. Hijauan adalah jenis dari pakan yang penting dalam usaha peternakan sapi sebab bisa menjadi sumber selulosa dan hemiselulosa (serat kasar) yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan pada rumen (lambung hewan pemamah biak).

Macam-macam pakan dari hijauan:

1. Rumput-rumputan :

Dapat berupa rumput liar atau rumput yang dengan sengaja ditanam seperti : Ilalang, teki rumput gajah, rumput benggala dan lain-lain

2. Daun-daunan :

Contohnya adalah Daun Pisang, Daun Ubi kayu dan Daun Ubi Jalar. Daun pisang dapat diberikan dalam bentuk segar maupun dari sisa pembungkusan. Daun pisang sisa pembungkusan bisa diberikan sebagai pakan ternak ruminansia menggantikan daun lamtoro sebelum diberikan daun pisang ini dibersihkan dan dicuci dahulu. Dan sebaiknya daun-daun tersebut diberikan langsung supaya zat gizi tidak terlalu banyak hilang. Daun Ubi kayu dan Ubi Jalar bisa diberikan dalam bentuk segar sebagai sumber protein dan vitamin B1, B2, C dan Provitamin A.

3. Daun-daun dari jenis kacang-kacangan

Daun dari jenis ini harus mengandung protein dan zat kapur yang tinggi agar bisa digunakan untuk pakan ternak ruminansia. Diantara jenis daun yang sudah cukup terkenal antara lain : daun turi, daun lamtoro, daun kacang tanah, daun kedelai, daun kacang panjang, daun gamal dan daun kaliandra

4. Umbi-umbian

Umbi-umbian bisa diberikan kepada ternak karena selain mengandung protein, vitamin, juga mengendung pati sehingga mudah dicerna. Umbi yang akan diberikan sebaiknya umbi yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia seperti ubi jalar, ubi kayu yang sudah tua dan berserat ataupun terlalu lama dalam penyimpanan, kentang yang telah keluar tunas-tunasnya dan berbecak hitam dan umbi talas. Untuk tanaman ubi jalar, ubi kayu dan talas sebelum diberikan diberikan kepada ternak sebaiknya dijemur dibawah sinar matahari atau direbus terlebih dahulu.

Pakan hijauan juga bisa berupa limbah pertanian. Limbah pertanian yang digunakan sebagai pakan ternak terdiri atas jerami dan tanaman lainnya yang umum digunakan diantaranya :

1. Jerami padi

Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak tidak begitu banyak disebabkan serat kasarnya yang tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi kandungan serat kasar adalah dengan melalui proses amoniasi.

2. Jerami jenis kacang-kacangan

Yang sudah banyak dikenal dan digunakan oleh peternak adalah jerami kedelai, jerami kacang hijau dan jerami kacang tanah. Jerami ini mengandung serat kasar lebih rendah dan protein yang lebih tinggi (sekitar 15%) dibandingkan jerami padi. Disamping itu jerami kacang-kacangan sifatnya lebih enak sehingga lebih disukai ternak dibandingkan jerami padi

3. Jerami Jagung

Ditinjau dari nilai gizinya jerami jagung lebih rendah dari jerami kacang-kacangan, tetapi masih lebih baik dibandingkan nilai gizi jerami padi dan lebih disukai ternak.

4. Jerami Ketela (Ubi) :

Ada jenis ubi yang dikenal yaitu ubi kayu dan ubi rambat kandungan gizinya lebih baik dari jerami padi dan umumnya digunakan oleh peternak pada saat musim kemarau mencapai 29-50% dari jumlah pakan.

2. Konsentrat

Konsentrat adalah campuran dari beberapa bahan pakan untuk melengkapi gizi yang kurang dari pemberian pakan hijauan. Bahan pakan konsentrat yang dapat diberikan pada ternak sapi potong biasanya adalah dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kecap, dll, atau dapat juga memberikan konsentrat pabrikan yang telah diformulasikan dalam pembuatannya. Pakan konsentrat yang diberikan pada sapi potong pada umumnya sebanyak 1-2% dari bobot badan sapi tersebut.

Pakan penguat adalah bahan dengan kadar serat kasar yang rendah (<18%) sehingga relatif lebih mudah dicerna dibandingkan hijauan. Bahan pakan konsentrat dapat dikelompokkan menjadi konsentrat sumber karbohidrat dan konsentrat sumber protein. Keduanya jenis konsentrat itu penting untuk usaha penggemukan sapi potong.

Pakan konsentrat inilah yang bisa mempercepat penggemukan sapi potong, tetapi, peternak tak bisa memberikan pakan konsentrat sebanyak 100%. Harga yang relatif tinggi dibandingkan hijauan dan kemungkinan kelainan metabolisme pada tubuh ternak adalah dua hal yang dijadikan pertimbangan mengapa pakan konsentrat harus dicampurkan dengan pakan hijauan.

Limbah pertanian merupakan sumber pakan konsentrat yang umum digunakan untuk peternakan sapi potong. Harganya yang relatif murah serta nilai gizi yang masih tinggi menjadi alasan mengapa limbah pertanian menjadi primadona di kalangan peternak rakyat maupun perusahaan besar.

Pakan konsentrat yang umum digunakan untuk usaha sapi potong yaitu: bekatul, dedak, ampas singgkong, ampas tahu, DDGS, bungkil kelapa, polard, dan tepung ikan.

C. Limbah industri :

Yang dimaksud dengan limbah industri ialah limbah dari industri pengolahan tanaman pertanian diantaranya :

1. Dedak Padi

Dedak pada biasanya digunakanan sebagai pakan sumber energi bagi ternak ruminansia yang pemberiannya disertai dengan hijauan makanan ternak. Biasanya terbagi atas :

– Kulit gabah yang banyak mengandung serat kasar dan mineral

– Selaput perah (katul) dedak halus yang kaya akan protein, vitamin B1, lemak dan mineral

– Dedak kasar adalah kulit gabah halus yang bercampur dengan pecahan lembaga beras dimana daya cernanya rendah

2. Bungkil Kelapa

Banyak digunakan karena mudah ditemui dan harganya relatif lebih murah, walaupun kadar proteinnya lebih rendah dibandingkan dengan bungkil lainnya tetapi daya cerna zat-zat lainnya cukup tinggi.

3. Bungkil Kedele Merupakan bahan pakan yang paling baik untuk ternak , mudah dicerna kadar proteinnya tinggi dan kaya akan asam amino essensial dan bila dikombinasikan dengan jagung akan menghasilkan pakan yang baik untuk ternak. Karena kadar lemaknya sangat tinggi sebaiknya pemberian tidak lebih dari 25% dari jumlah pakan konsentrat.

4. Onggok Hasil pembuatan tepung tapioka dan biasanya digunakan sebagai sumber karbohidrat.

5. Ampas Kecap Limbah dari pembuatan kecap mengandung protein yang tinggi disamping kalsium dan fosfor. Ampas kecap dapat diberikan langsung sebagai pakan ternak sampai jumlah 20% dari ransum. Penambahan 5% ( Etty, dkk 1996) sudah dapat memberikan kenaikkan berat badan ternak.

6. Ampas Tahu Dengan kandungan protein, lemak, kalsium dan fosfor yang tinggi sebagaimana ampas kecap ampas tahu dapat diberikan dalam jumlah yang cukup tinggi sampai 25% serta dapat diberikan langsung ke dalam pakan ternak.

3. Pakan tambahan (feed suplement)

Feed suplement merupakan pakan tambahan yang berguna untuk merangsang pertumbuhan ternak sapi potong agar lebih cepat, mencegah penyakit, dan melengkapi ransum pakan ternak. Terdiri antara lain campuran vitamin dan mineral, contohnya: Premix A, Premix B, Mineral B12, dan lain-lain. Feed suplement biasanya diberikan 1% dari total ransum.

Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan pada ternak dalam jumlah yang sedikit. Sapi potong yang dipelihara secara intensif membutuhkan pakan penguat untuk meingkatkan performanya. Pakan tambahan dapat berupa vitamin, mineral, urea, dan mikroorganisme.

Vitamin yang biasa diberikan pada sapi potong adalah vitamin A dan vitamin D. Vitamin A berfungsi untuk fungsi penglihatan dan antioksidan sementara vitamin D berguna dalam menjaga kekokohan tulang.

Mineral Ca dan P umum diberikan pada sapi potong guna menjaga agar tulangnya tetap kuat. Tulang yang kuat dibutuhkan sapi demi menjaga tubuhnya yang berat agar tidak rubuh.

Urea adalah sumber protein yang baik untuk sapi potong. Urea dapat tercerna seluruhnya dalam tubuh sapi potong. Sayangnya, urea bisa membahayakan karena laju kecernaannya yang tinggi. Laju kecernaan yang tinggi itu dapat membuat pH rumen menjadi basa. Maka dari itu pemberian urea dibatasi maksimal 2% saja dari jumlah total pakan yang diberikan.

Mikroorganisme sering dicampurkan ke pakan untuk meningkatkan nilai kecernaannya. Mikroorganisme yang ditambahkan tersebut akan bekerja sama dengan mikroorganisme yang ada di rumen sapi untuk merombak nutrien-nutrien yang ada pada pakan. Hasil rombakan itu akan dimanfaatkan oleh sapi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tiga jenis pakan yang disebutkan di atas biasanya diberikan dalam bentuk ransum. Ransum merupakan campuran dari dua atau lebih bahan pakan yang diberikan selama 24 jam. Jika diberikan secara terpisah, maka pertama kali sapi potong akan diberikan ransum berupa konsentrat dan pakan tambahan. Baru kemudian setelah beberapa lama diberikan pakan hijauan. Ransum dapat juga diberikan dalam bentuk campuran dari pakan konsentrat, pakan hijauan, dan pakan tambahan.