4 Rumus Excel dalam Akuntansi

Dewasa ini dalam pekerjaan di bidang akuntasi sudah tidak identic lagi dengan system pekerjaan yang lambat, banyak dan melelahkan. Salah satu software yang dikenal oleh staff karyawan adalah software spread sheet. Di Indonesia sendiri software spread sheet yang sering digunakan adalah Microsoft excel.

Microsoft Excel sendiri memiliki beberapa rumus yang berguna dalam pengolahan angka dan data. Rumus-rumus fungsi yang sering digunakan untuk membuat aplikasi akuntansi terdiri dari beberapa rumus seperti fungsi rumus VLOOKUP, SUMIF dan lain-lain. Berikut akan dibahas rumus-rumus apa sajakah yang sering digunakan pada bidang Akuntansi.

  1. Fungsi SUMIF

Fungsi ini merupakan fungsi yang digunakan untuk menjumlahkan nilai-nilai yang terdapat dalam suatu range berdasarkan kriteria tertentu. Bentuk penulisan fungsi SUMIF adaalah sebagai berikut,

= SUMIF(range,criteri,sum_range)

Keterangan:

Range: range data-data yang akan dievaluasi

Criteria: kriteria yang akan dijadikan dasar penumlahan

Sum_range: range berisi data-data yang akan dijumlahkan sesuai dengan kriteria dan berhubungan dengan range pertama.

  1. Fungsi COUNTIF

Merupakan fungsi yang digunakan untuk menghitung banyaknya data yang terdapat pada range berdasarkan kriteria tertentu. Bentuk penulisan fungsi COUNTIF adalah sebagai berikut.

=COUNTIF(range,criteria)

Range: range berisi data-data yang akan dievaluasi.

Criteria: kriteria yang akan dijadikan dasar perhitungan.

  1. Fungsi VLOOKUP

Dalam fungsi rumus VLOOKUP excel membutuhkan table_array yang biasa diambil dari range sebuah table dan range tersebut harus dikunci jika tidak dikunci mengakibatkan kesalahan pada rumus, dengan memberikan nama pada range, nama range tersebut, dapat digunakan tanpa perlu memberikan penguncian.

Cara mengubah range sebagai berikut,

Langkah pertama, blok terlebih dahulu letak range yang akan dibaca oleh rumus VLOOKUP

Langkah kedua, ketik nama range pada kotak Name Box

Langkah ketiga, kemudian ganti rumus dalam lookup pada table_array dari range menjadi nama range.

Contoh:

Rumus pada sel B7 semula adalah =VLOOKUP(A7,$A$1:$B$4,2,False)

Ketika range tersebut diberi nama seperti contoh berikut.

Maka rumus pada sel B7 dirubah menjadi =VLOOKUP(A7,Data,2,False).

  1. Fungsi ISERROR

Merupakan fungsi yang digunakan untuk memeriksa rumus yang digunakan terdapat Error atau tidak. Error yang muncul antara lain seperti #NA#,#VALUE!,#REF!, #DIV/0!, #NUM!, #NAME?, atau #NULL!. Hasil dari fungsi ISERROR adalah nilai True atau False, bentuk dari perumusan fungsi ini sebagaia berikut.

=ISERROR(Value)

Value: nilai yang di cek kesalahannya bisa berupa rumus atau nilai lainya. Karena akan menghasilkan nilai True atau False. Fungsi ISERROR dapat digabung dengan fungsi IF, sehingga terjadi kombinasi rumus.

Penulisan rumus kombinasi tersebut adalah sebagai berikut.

=IF(ISERROR(Value)=TRUE,value_if_tru, value_if_false)

Setelah mengetahui 4 rumus yang sering digunakan pada bidang akuntansi tentunya akan menambah wawasan Anda dalam penggunaan Microsoft excel dalam pekerjaan sehari-hari. Semoga ulasan diatas bermanfaat.