Waspadai Penyebab Karies Gigi

 Wajah

Waspadai Penyebab Karies Gigi – Pada mulanya, gigi kita berwarna putih bersih ini tandanya gigi berada dalam kondisi sehat, lama kelamaan gigi berubah warna menjadi kekuningan karena pengaruh makanan berwarna maupun sisa-sisa makanan yang menempel di gigi yang tidak dibersihkan dengan baik sehingga dicerna oleh kuman menjadi karang gigi berubah menjadi karies gigi karena adanya infeksi yang merusak struktur alami gigi.

Karies gigi akan membuat gigi menjadi berlubang dan bila tidak ditangani dengan secepat dan sebaik mungkin bisa mengakibatkan rasa ngilu atau nyeri terutama ketika mengunyah makanan. Pada awalnya, lokasi terbentuknya karies terdapat di daerah berkapur namun semakin lama semakin berkembang menjadi lubang kecoklatan. Berikut ini beberapa penyebab karies gigi yang harus Anda ketahui.

Permukaan gigi
Penyakit tidak hanya terjadi pada kulit atau organ tubuh saja, penyakit pun bisa menyerang permukaan gigi yang mana dapat mempertinggi risiko kareis gigi. Salah satunya adalah penyakit amelogenesis imperfekta yang mana bisa timbul pada 1 dari 78-14.000 orang, penyakit ini akan membuat enamel gigi tidak terbentuk dengan sempurna, sedankan penyakit dentinogenesis imperfekta merupakan ketidaksempurnaan pembentukan dentin.

Waspadai Penyebab Karies GigiLantas apakah penyebab dari karies gigi? karies gigi ini terjadi karena celah maupun alur yang dalam terbuka pada gigi yang mana dapat menjadi lokasi dari perkembangan karies gigi. Karies gigi juga seringkali muncul pada tempat dimana sisa-sisa makanan terselip. Agar karies gigi tidak terjadi karena hal ini, usahakan untuk selalu membersihkan gigi dengan baik dan benar tiap hari.

Bakteri kariogenik
Salah satu penyebab karies gigi adalah bakteri. Mulut adalah tempat terbaik untuk perkembangan berbagai bakteri, akan tetapi hanya sedikit bakteri yang menjadi penyebab utama dari karies gigi, yakni Streptococcus mutans serta Lactobacilli. Sedangkan untuk karies akar, bakteri yang biasanya ditemukan disana adalah Lactobacillus acidophilus, Nocardia spp, Streptococcus mutans dan Actinomyces viscosus. Bakteri ini bisa diteliti dan didapatkan dari plak.

Karbohidrat yang difermentasikan
Salah satu Penyebab karies gigi yang sebenarnya masih bisa kita cegah dan hindari adalah karbohidrat yang difermentasikan. Bakteri yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut akan mengubah fruktosa, sukrosa serta glukosa menjadi asam latat melewati sebuah proses glikolisis yang dinamkan dengan fermentasi. Apabila jenis asam ini mengenai gigi Anda maka dapat menyebabkan demineralisasi.

Sebaliknya, remineralisasi bisa saja terjadi apabila pH telah dinetralkan. Kebutuhan mineral pada gigi dapat diperolah dari air liur serta pasta gigi yang mengandung fluoride serta cairan pencuci mulut. Karies gigi lanjutan dapat ditahan dengan baik pada tingatan ini. Apabila demineralisasi terus berlanjut secara alami gigi akan mengalami proses pelubangan.

Waktu
Tingkatan frekuensi gigi yang terkena dengan lingkungan kariogenik bisa saja memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan karies pada gigi. Seseorang yang terbiasa mengkonsumsi makanan manis yang mengandung gula atau zat pati akan memudahkan bakteri untuk melakukan metabolisme gula menjadi asam sekaligus menurunkan pH. pH yang turun ini bisa kembali normal karena dinetralkan air liru dan proses yang terjadi sebelumnya telah membantu melarutkan mineral gigi. Proses demineralisasi ini akan terjadi setelah dua jam lamanya.

Air liur
Penyebab karies gigi lainnya adalah penggunaan metamfetamin. Obat-obatan, baik itu antihistamin serta antidepresan akan memengaruhi produksi air liur kita, penggunaan tembakau juga dapat meningkatkan risiko karies gigi. Gangguan produksi air liur ini bisa juga terjadi disaat seseorang mengalami terapi radiasi pada kepala maupun lehernya.

Related Posts

Leave a Reply