Serba Serbi Sunblock untuk Wajah

 Wajah

Serba Serbi Sunblock untuk Wajah – Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, yang terletak pada lintang. Iklim tropis di Indonesia menyebabkan paparan sinar UV A yang di Indonesia cukup kuat dibanding negara- negara yang tidak beriklim tropis, sedangkan belahan bumi Eropa lebih banyak menerima sinar UV B. Tidak heran kalau sedang musim panas, suhu udara bisa memanggang kulit hingga menghitam. Terlebih bagi orang- orang yang sering beraktivitas di luar rumah, butuh perlindungan ekstra agar kulit tidak berubah menjadi hitam legam.

Sinar UV A adalah salah satu sinar yang dipancarkan matahari. UV A akan masuk ke dalam kulit kemudian mengaktifkan sel pigmen. Saat sel pigmen aktif, maka pigmen kulit yang berwarna cokelat diproduksi lebih banyak dan tersebar ke permukaan kulit yang terpapar. Sedangkan sinar UV B yang terpancar ke dalam kulit akan merusak sel- sel kulit. Akibat dari terpapar sinar matahari adalah sebagai berikut :

Kulit Menghitam

Seperti yang sudah diterangkan di awal, bahwa saat kita terpapar sinar matahari maka sel pigmen dalam kulit menjadi lebih aktif. pigmen tersebut memproduksi warna cokelat berlebih sehingga menghasilkan warna kulit yang lebih gelap dibanding sebelum terpapar matahari.

Serba Serbi Sunblock untuk WajahKulit Terbakar

Terlalu lama terpapar sinar matahari dapat mengakibatkan terbakarnya kulit. Hal itu ditandai dengan kulit memerah, bengkak, kering, melepuh. Bagi anda yang memiliki kulit yang lebih terang dan tipis akan lebih mudah merasakan sensasi kulit yang terbakar akibat sinar matahari.

Keriput

Kulit yang terpapar sinar UV B akan mengalami kerusakan sel- sel, sehingga kulit akan menciut dan menjadi keriput.

Banyak pilihan yang dapat dipilih untuk menghindarkan kulit dari paparan sinar matahari secara langsung. Paling tidak hal itu bisa membantu agar kulit tidak menghitam dan senantiasa cerah sepanjang hari. Salah satunya, dapat menggunakan sunblock, untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Sunblock akan melindungi kulit dari paparan sinar matahari baik UV A maupun UV B.

Sunblock berperan sebagai reflektor dari sinar matahari sebelum memapar kulit. Sunblock mengandung SPF  atau sun protection factor  yaitu skala tingkatan perlindungan dari tabir surya. SPF dapat mempertahankan warna kulit seseorang. Beberapa contoh tingkatan SPF yaitu SPF 50, SPF 100 dan lain sebagainya. Semakin tinggi kadar SPF tentu akan semakin memberikan efek yang mengena bagi penggunanya.

Tapi, semakin mahal pula harganya. Maka, sebelum anda membeli sunblock  ada baiknya anda memperhatikan kandungan SPF dalam sunblock, kepekaan kulit anda, harga dan tingkat aktivitas anda tentunya. Karena jika anda sering melakukan aktivitas di luar ruangan, tentunya anda butuh sunblock  dengan kandungan SPF yang lumayan tinggi. Selain itu kepekaan kulit juga akan mempengaruhi efek dari penggunaan sunblock.

Lalu bagaimana cara penggunaan sunblock yang baik?

  1. Sesuaikan aktivitas anda dengan jenis sunblock

Sebelum menggunakan sunblock, pahami dulu aktivitas anda. Umumnya, anda yang beraktifitas di dalam ruangan cukup menggunakan sunblock dengan SPF 30. Sedangkan bagi anda yang beraktivitas di luar ruangan, anda butuh SPF dengan kadar yang lebih tinggi yaitu sekitar 50. Atau pilihan lain, dapat juga menggunakan SPF 30, hanya saja pemakaianya harus dilakukan beberapa kali.

Nah, bagi anda yang banyak berkecimpung dengan air, seperti renang, maka gunakan sunblock water proof atau water resistant . Sunblock jenis ini tidak akan hilang meskipun terkena air.

  1. Gunakan pada seluruh bagian tubuh yang terkena sinar matahari

Banyak orang akan langsung fokus penggunaan sunblock hanya pada wajah saja. Padahal bagian lain juga terpapar sinar matahari, seperti tangan dan kaki.

  1. Gunakan 15 menit sebelum ke luar ruangan

Sunblock wajah membutuhkan waktu selama 15-20 menit untuk merasuk sempurna ke dalam kulit, dan siap menjadi tameng anda dari paparan sinar matahari.

Kalau anda lebih menyukai cara yang hemat dan alami, beberapa tips berikut dapat anda lakukan, yaitu dengan memanfaatkan bahan- bahan alami menjadi tabir surya.

  1. Teh hijau

Teh hijau mengandung antioksidan yang tinggi yang dapat mencegah kerusakan sel- sel kulit dari paparan sinar matahari.

  1. Minyak kelapa

Minyak kelapa memiliki kandungan SPF alami yang dapat menangkal paparan sinar matahari.

  1. Minyak Eucalyptus dan Lavender

SPF dalam eucalyptus dan lavender memang tergolong rendah, namun kandungan keduanya mampu melembutkan dan menyejukkan kulit.

Nah, jika anda memilih tabir surya alami, maka anda juga harus cukup sabar dalam menunggu efeknya. Karena berasal dari bahan alami, maka efek yang ditimbulkan pun cukup lama dan penggunaannya juga harus teratur.

Related Posts

Leave a Reply